www.dimensinews.co.nr

Terkadang, seseorang lebih memilih tuk tersenyum, hanya karena tak ingin menjelaskan mengapa dia bersedih.

www.dimensinews.co.nr

Terkadang, seseorang lebih memilih tuk tersenyum, hanya karena tak ingin menjelaskan mengapa dia bersedih.

www.dimensinews.co.nr

Terkadang, seseorang lebih memilih tuk tersenyum, hanya karena tak ingin menjelaskan mengapa dia bersedih.

www.dimensinews.co.nr

Terkadang, seseorang lebih memilih tuk tersenyum, hanya karena tak ingin menjelaskan mengapa dia bersedih.

www.dimensinews.co.nr

Terkadang, seseorang lebih memilih tuk tersenyum, hanya karena tak ingin menjelaskan mengapa dia bersedih.

Kamis, 20 November 2014

Blogodolar Tips & News

Blogodolar Tips & News


5 Unsur Kalimat yang Anda Perlu Ketahui

Posted: 19 Nov 2014 05:37 PM PST

Apa jadinya jika saat menulis Anda sulit membuat kalimat demi kalimat padahal referensi telah tersedia? Pusing atau kesal, bukan? Saya mengalaminya saat belajar menulis secara otodidak di tingkat dua kuliah. Bukan hanya pusing, namun saya juga ingin menangis karena merasa menulis itu sulit sekali.

Namun, seiring berjalannya waktu, saya mampu mengatasi kesulitan tersebut. Salah satu triknya adalah dengan mengetahui unsur-unsur kalimat. Jika Anda ingin mencoba trik ini, berikut adalah lima unsur kalimat yang Anda perlu ketahui.

1. Subjek

Subjek adalah bagian kalimat yang menandai apa yang dinyatakan oleh penulis. Subjek dapat berbentuk kata benda, frasa kata benda, atau kata kerja.

Contoh:

  • Rafi sedang membaca. (kata benda)
  • Pacar Rafi cantik. (frasa kata benda)
  • Memancing hobi Rafi. (kata kerja)

2. Predikat

Predikat adalah bagian kalimat yang menandai apa yang dinyatakan oleh penulis tentang subjek. Predikat biasanya berbentuk kata kerja, frasa kata kerja, frasa numeral (bilangan), kata benda, frasa kata benda, frasa preposisi (kata depan), kata sifat, atau frasa kata sifat.

Contoh:

  • Jack makan. (kata kerja)
  • Jack sedang makan. (frasa kata kerja)
  • Adik Jack tiga orang. (frasa numeral)
  • Jack pengusaha. (kata benda)
  • Jack pengusaha properti. (frasa kata benda)
  • Jack ke kantor. (frasa preposisi)
  • Jack tampan (kata sifat)
  • Jack tampan sekali (frasa kata sifat)

3. Objek

Objek adalah bagian kalimat yang melengkapi kata kerja. Objek dapat berbentuk kata benda atau frasa kata benda. Bagian kalimat ini terletak setelah predikat berkata kerja aktif transitif (-kan, -i, me-).

Contoh:

  • Jack mencintai Maya. (kata benda)
  • Jack telah memasukkan laptop barunya ke dalam tas itu. (frasa kata benda)
  • Jack memerankan Sang Kodok. (frasa kata benda)

4. Pelengkap

Pelengkap atau komplemen sering disamakan dengan objek. Padahal, pelengkap beda dengan objek karena tidak dapat menjadi subjek jika kalimat dipasifkan. Pelengkap mengikuti predikat yang berimbuhan ber-, ter-, ber-an, ber-kan, dan kata-kata khusus (merupakan, berdasarkan, dan menjadi).

Contoh:

  • Jack bertubuh kekar.
  • Jack tersandung batu.
  • Jack bercucuran keringat.
  • Kamar Jack berhiaskan lampu warna-warni.
  • Jack merupakan warga negara Korea.
  • Keputusan Jack berdasarkan hukum.
  • Jack menjadi manajer.

5. Keterangan

Keterangan adalah bagian kalimat yang berfungsi meluaskan atau membatasi makna subjek atau predikat.

Contoh:

  • Jack tinggal di Jakarta.
  • Setiap hari Sabtu Jack berwisata kuliner.

Ada dua ciri keterangan. Pertama, posisinya dapat dipindahkan ke awal, tengah, atau akhir kalimat.

Contoh:

  • Jack menonton berita politik dengan serius.
  • Jack dengan serius menonton berita politik.
  • Dengan serius Jack menonton berita politik.

Kedua, keterangan dapat berupa keterangan tambahan, keterangan pewatas, atau keterangan aposisi.

Contoh:

  • Jack, yang menjabat Direktur Keuangan PT Morat-Marit, adalah warga negara Korea. (konstruksi yang sebagai keterangan tambahan)
  • Jack yang menjabat Direktur Keuangan PT Morat-Marit adalah warga negara Korea. (konstruksi yang sebagai keterangan pewatas)
  • Jack, Direktur Keuangan PT Morat-Marit, adalah warga negara Korea. (Direktur Keuangan PT Morat-Marit sebagai keterangan aposisi)

Mengetahui kelima unsur kalimat di atas adalah langkah pertama Anda. Langkah berikutnya adalah berlatih mengindentifikasi unsur-unsur tersebut pada kalimat-kalimat yang ditulis orang lain (misalnya pada tulisan wartawan Kompas.com). Setelah itu, Anda berlatih membuat kalimat demi kalimat setiap hari. Cepat atau lambat Anda dapat membuat kalimat dengan mudah.

Unsur mana yang baru Anda ketahui?

Related Posts:

Selasa, 18 November 2014

Blogodolar Tips & News

Blogodolar Tips & News


Apa 3 Masalah Ngeblog Anda?

Posted: 17 Nov 2014 08:22 PM PST

Selama hampir sebulan ini saya memublikasikan postingan-postingan "berat" mulai dari tips menulis sampai produktivitas. Bukan hanya menguras waktu dan pikiran saya untuk membuatnya, namun postingan-postingan tersebut mungkin menguras waktu dan pikiran Anda untuk membacanya. Untuk "rehat sejenak" dari kondisi ini, saya membuat sebuah postingan ringan tentang tiga masalah ngeblog Anda.

Topik masalah Anda bebas, misalnya:

  • Penghasilan dari blog
  • Pengunjung
  • Menulis
  • Sosial media
  • SEO
  • Produktivitas ngeblog
  • WordPress
  • Pembuatan produk informasi

Saya akan menjadikan masalah Anda sebagai ide tulisan saya. Ini dapat berupa postingan selanjutnya atau ebook (jika perlu penjelasan lebih detail dan lengkap).

Sekiranya saya belum memiliki solusi, saya akan mencari pakar (blogger atau internet marketer Indonesia) untuk memberikan solusi masalah Anda. Bentuknya wawancara atau postingan tamu pakar tersebut.

Jadi, jangan malu-malu untuk menuliskan tiga masalah ngeblog yang sedang Anda hadapi pada bagian komentar di bawah.

Related Posts:

Rabu, 12 November 2014

Blogodolar Tips & News

Blogodolar Tips & News


Pedoman Penulisan Huruf Kapital (No. 11 Sering Dilupakan Kebanyakan Orang)

Posted: 12 Nov 2014 11:13 AM PST

Anda seyogianya tidak memperhatikan ejaan saat menulis sehingga dapat menulis sebanyak dan secepat mungkin. Namun, saat mengedit, Anda perlu memperhatikan ejaan agar tulisan Anda menjadi lebih baik. Selain itu, Anda pun membiasakan diri untuk tertib dalam menulis.

Berbicara mengenai ejaan, penulisan huruf kapital atau besar merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan. Guna membantu Anda menulis huruf kapital dengan benar, berikut adalah pedoman penulisan huruf kapital yang diambil dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Contohnya: Saya membaca buku.

2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk kata ganti untuk Tuhan.

Contoh:

  • Islam
  • Kristen
  • Quran
  • Injil
  • Weda
  • Yang Mahakuasa
  • Yang Maha Penyayang
  • Rahmat-Mu
  • Kuasa-Nya

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama untuk menuliskan kata-kata, seperti imam, makmum, doa, puasa, dan misa. Contoh: Ia selalu membaca doa sebelum keluar rumah.

3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.

Contoh:

  • Haji Agus Salim
  • Sultan Hasanuddin
  • Nabi Adam
  • Imam Hanafi

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.

Contoh:

Kalimat Salah Kalimat Benar
Ibunya menunaikan ibadah Haji. Ibunya menunaikan ibadah haji.
Ia merupakan seorang Sultan yang bijaksana. Ia merupakan seorang sultan yang bijaksana.
Pria itu ditangkap pihak berwenang karena mengaku sebagai Nabi. Pria itu ditangkap pihak berwenang karena mengaku sebagai nabi.

 

4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.

Contoh:

  • Presiden Joko Widodo
  • Rektor Institut Pertanian Bogor
  • Gubernur Sulawesi Selatan
  • Walikota Ridwan Kamil
  • Jenderal Moeldoko
  • Menteri Dalam Negeri
  • Profesor Supomo

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.

Contoh:

Kalimat Salah Kalimat Benar
Bulan lalu ayahnya dilantik menjadi Menteri. Bulan lalu ayahnya dilantik menjadi menteri.
Pertemuan itu dihadiri beberapa Jenderal. Pertemuan itu dihadiri beberapa jenderal.
Sebagai seorang Walikota yang baru, ia berani memberantas korupsi di kantornya. Sebagai seorang walikota yang baru, ia berani memberantas korupsi di kantornya.

 

5 . Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. Contohnya seperti di bawah ini:

  • Amir Hamzah
  • Jusuf Kalla
  • Dewi Sartika
  • Bacharuddin Jusuf Habibie

Dalam nama orang tertentu, huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata bin atau binti. Contohnya:

  • Ahmad bin Marsuki
  • Siti Fatimah binti Rahman

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang atau nama geografis yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. Contoh: 10 volt, 5 ampere, mesin diesel, garam inggris, gula jawa, jeruk bali.

6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa. Contoh:

  • suku Sunda
  • bahasa Inggris
  • bangsa Indonesia

Mohon diingat, kata bangsa, suku, dan bahasa ditulis dengan huruf kecil jika berada di tengah kalimat. Contoh: Para pakar sedang merumuskan aturan pengindonesiaan istilah asing.

7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.

Contoh:

Salah Benar
Perang Kemerdekaan perang Kemerdekaan
Bulan Agustus bulan Agustus
Tahun Masehi tahun Masehi

 

8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama khas dalam geografi. Contohnya seperti di bawah ini:

  • Bukit Barisan (bukan bukit Barisan)
  • Danau Toba (bukan danau Toba)
  • Selat Sunda (bukan selat Sunda)
  • Teluk Jakarta (bukan teluk Jakarta)
  • Sungai Cimanuk (bukan sungai Cimanuk)

Namun, huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama dalam geografi yang tidak khas. Perhatikan contoh berikut.

Salah Benar
Berlayar sampai ke Teluk. Berlayar sampai ke teluk.
Kami menyeberangi Sungai yang dangkal. Kami menyeberangi sungai yang dangkal.
Di desaku ada Bukit yang indah. Di desaku ada bukit yang indah.
Setiap sore saya berenang di Danau yang bersih. Setiap sore saya berenang di danau yang bersih.

 

9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama resmi badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.

Contoh:

  • Dewan Perwakilan Rakyat
  • Undang-Undang Dasar 1945
  • Kementerian Pekerjaan Umum

Perhatikan penulisan berikut:

Kalimat Salah Kalimat Benar
Menurut Undang-Undang, ia dapat dijatuhi hukuman paling lama lima tahun. Menurut undang-undang, ia dapat dijatuhi hukuman paling lama lima tahun.
Teman saya menjadi pegawai di salah satu Kementerian. Teman saya menjadi pegawai di salah satu kementerian.

 

10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.

Contoh:

  • Kapan Saudara berangkat?
  • Saya akan disuntik, Dok?
  • Di mana rumah Pak Joni?
  • Itu apa, Bu?
  • Surat Bapak sudah saya terima.

Untuk pemahaman lebih lajut, perhatikan contoh di bawah ini.

Kalimat Salah Kalimat Benar
Semua Kakak saya sudah menikah. Semua kakak saya sudah menikah.
Kita harus menghormati Ayah dan Ibu kita. Kita harus menghormati ayah dan ibu kita.
Mobil Pak Lurah mogok. Mobil pak lurah mogok.
Kami sedang menengok Bu Guru. Kami sedang menengok bu guru.

 

11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut.

Kalimat Salah Kalimat Benar
Terima kasih atas perhatian anda. Terima kasih atas perhatian Anda.
Tahukah anda bahwa harga bahan bakar minyak akan dinaikkan? Tahukah Anda bahwa harga bahan bakar minyak akan dinaikkan?

 

Menulis huruf kapital tidaklah sulit sepanjang Anda memperhatikan pedoman di atas. Karena itu, mulailah dari sekarang untuk tertib menulis huruf kapital.

Dalam pengamatan saya, kaidah no. 11 sering dilupakan kebanyakan orang. Apakah Anda sering melupakannya juga?

Related Posts:

Selasa, 11 November 2014

Blogodolar Tips & News

Blogodolar Tips & News


Teknik Pomodoro, Cara Sederhana untuk Memaksimalkan Waktu Anda

Posted: 10 Nov 2014 04:11 PM PST

Apa pun profesi Anda, pengelolaan atau manajemen waktu adalah hal yang wajib dilakukan untuk meningkatkan produktivitas Anda. Ada sejumlah teknik mengelola waktu, namun yang paling banyak digunakan adalah teknik Pomodoro. Apa manfaat dan bagaimana cara melakukan teknik ini?

Apa Itu Teknik Pomodoro?

timer bentuk tomatTeknik Pomodoro diciptakan oleh Francesco Cirillo di penghujung 1980. Kata pomodoro sendiri berasal dari bahasa Italia, yang berarti tomat. Dinamai demikian karena Cirillo menggunakan timer berbentuk tomat saat mengelola waktunya.

Konsep teknik Pomodoro adalah mengerjakan sebuah tugas dalam blok-blok waktu 25 menit. Di antara setiap blok waktu, ada istirahat 5 menit. Setelah menyelesaikan 4 blok waktu, istirahat dapat dilakukan lebih lama.

Apa Manfaatnya?

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan teknik Pomodoro dalam tugas apa pun, Anda akan:

  • Fokus pada tugas yang sedang dikerjakan
  • Menghilangkan kebiasaan multitasking
  • Menuntaskan lebih banyak hal karena ada rasa urgensi
  • Menghindari pola pikir kesempurnaan
  • Meningkatkan daya juang (willpower) dan konsentrasi
  • Menurunkan kadar stres karena hanya mengerjakan satu hal dalam durasi waktu tertentu

Cara Melakukan Teknik Pomodoro

Anda sudah tahu pengertian dan manfaat teknik Pomodoro. Selanjutnya, bagaimana cara melakukannya? Berikut adalah lima tahapan teknik Pomodoro.

Tahap 1: Pilih sebuah tugas Anda dan tentukan waktu total untuk mengerjakan tugas tersebut. Sebagai contoh, Anda akan menulis sebuah tulisan dengan panjang 2.000 kata selama dua jam.

Tahap 2: Blok waktu selama 25 menit. Ini dapat dilakukan dengan mengatur alarm di telepon genggam atau jam Anda untuk 25 menit ke depan. Sebagai contoh, jika Anda bekerja pada pukul 09:00, set alarmnya ke 09:25.

Tahap 3: Bekerjalah dalam rentang waktu 25 menit tersebut. Hindari semua gangguan yang muncul, misalnya membuka Facebook, membaca email, membalas pesan singkat, dan menjawab panggilan telepon yang tidak penting.

Tahap 4: Setelah alarm berbunyi, istirahatlah selama 5 menit. Anda dapat mengisinya dengan membuat kopi, pergi ke toilet, atau menelepon teman Anda. Intinya, bangkit dari tempat duduk selama 5 menit agar tubuh Anda tidak capai.

Tahap 5: Setelah jeda, blok 25 menit lagi untuk melanjutkan menulis. Setelah 4 kali blok, istirahatlah 20-30 menit.

Dengan mengetahui manfaat dan tahapan di atas, Anda dapat menerapkan teknik Pomodoro di jenis tugas apa pun. Dengan demikian, Anda dapat memaksimalkan waktu Anda untuk aktivitas-aktivitas bermakna (tidak membuang-buang waktu).

Apakah Anda tertarik menerapkan teknik Pomodoro?

Catatan: Secara pribadi, saya telah menggunakan teknik ini sejak awal Oktober 2014. Hasilnya, saya menjadi lebih produktif dalam menulis.

Sumber gambar: lucamascaro

Related Posts: